Halo Sobat internet kali ini saya akan membagikan tentang tutorial mengkonfigurasi File Server Samba di Ubuntu 19.10, klik link dibawah ya untuk membaca tutorialnya kalian juga bisa mendownloadnya dan membacanya secara offline.
Halo Sobat internet kali ini saya akan membagikan tentang tutorial Remote Server Ubuntu 19.10, klik link dibawah ya untuk membaca tutorialnya kalian juga bisa mendownloadnya dan membacanya secara offline.
Halo Sobat internet kali ini saya akan membagikan tentang tutorial mengkonfigurasi Database di Ubuntu 19.10, klik link dibawah ya untuk membaca tutorialnya kalian juga bisa mendownloadnya dan membacanya secara offline.
Database Ubuntu 19.10
Database Ubuntu 19.10
Halo Sobat internet kali ini saya akan membagikan tentang tutorial mengkonfigurasi Web Server di Ubuntu 19.10, klik link dibawah ya untuk membaca tutorialnya kalian juga bisa mendownloadnya dan membacanya secara offline.
Web Server Ubuntu 19.10
Web Server Ubuntu 19.10
Halo Sobat internet kali ini saya akan membagikan tentang tutorial mengkonfigurasi FTP Server di Ubuntu 19.10, klik link dibawah ya untuk membaca tutorialnya kalian juga bisa mendownloadnya dan membacanya secara offline.
FTP Server Ubuntu 19.10
FTP Server Ubuntu 19.10
Selamat pagi/siang/sore/malam tergantung waktu anda membaca postingan ini.
Halo sobat internet sudah lama ya saya tidak update sampai rate view saya turun hehe, ya semuanya ada alasannya ya. Nah untuk meminta maaf saya sudah sedikit merangkum nih ilmu - ilmu yang mungkin bermanfaat bagi kalian semua, bisa kalian baca langsung atau download dulu ya biar aman dibaca pas lagi minim kuota internet.
https://drive.google.com/drive/folders/1wrS0FpfLWQin8x3_KVwt-mIO3jych9Pq?usp=sharing
Cuss langsung klik aja ya guys.
https://drive.google.com/drive/folders/1wrS0FpfLWQin8x3_KVwt-mIO3jych9Pq?usp=sharing
Cuss langsung klik aja ya guys.
Selamat pagi/siang/sore/malam tergantung waktu anda
membaca postingan ini.
Halo sobat internet, pada kesempatan kali ini saya
akan membagikan tutorial konfigurasi DHCP pada Ubuntu Server. Sebelum masuk ke
tutorialnya baca dulu ya penjelasan singkat di bawah ini.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan
protokol berbasis arsitektur client/server yang berfungsi untuk memudahkan
pengalokasian IP address. Sebagai gambaran jika di suatu gedung terdapat seribu
buah komputer yang akan terhubung ke dalam jaringan tidak mungkin admin akan
memberikan IP address secara manual (static), dengan adanya DHCP seribu
komputer tersebut dapat dengan otomatis mendapatkan IP address.
Ubuntu Server berguna sebagai pusat penyebaran IP
address menggunakan DHCP. Server akan mengatur IP address yang diberikan,
mencatatnya, dan waktu penggunaan IP address. Pada praktik kami dengan
menggunakan DHCP server komputer fisik akan dapat terhubung dengan mesin
virtual.
Untuk menjalankan DHCP server dalam Ubuntu Server
perlu menginstall package isc-dhcp-server.
Package ini dibuat oleh ISC (Internet System Consortium) yang bertujuan untuk
membantu para admin jaringan dalam mengoperasikan DHCP pada server. ISC DHCP
mendukung penggunaan IPv4 dan IPv6. Package ini bersifat open source dan dapat
digunakan di sistem operasi apapun.
Bahan dan
Peralatan Kerja
Langkah
Kerja
Konfigurasi DHCP Server
Install package isc-dhcp-server dengan menuliskan
perintah sudo apt install isc-dhcp-server –y.
Untuk melakukan konfigurasi pada DHCP Server masukan
perintah sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf.
Ubah konfigurasi seperti berikut :
- option domain-name “(name)”; untuk memberi nama domain
- default-lease-time memberi waktu penggunaan IP
- max-lease-time memberi waktu maksimal penggunaan IP
- INTERFACEv4=”(interface)” menentukan DHCP berasal dari interface mana
- authoritative membuat DHCP server menjadi resmi untuk jaringan lokal
- Bagian ini berfungsi untuk mengkonfigurasi DHCP Pool.
- subnet (IP) netmask (subnet) menentukan IP network dan prefiksnya
- range (IP) (IP) menentukan IP yang akan diberikan, IP first dan IP last
- option domain-name-servers ns1.(IP) IP address untuk DNS
- option domain-name “(name)” nama DNS
- option subnet mask (subnet) menentukan prefiks dari DHCP server
- option routers (IP) menentukan IP route DHCP
- option broadcast-address (IP) menentukan IP broadcast DHCP
Masukan perintah sudo nano /etc/default/isc-dhcp-server untuk mengubah interface
untuk membagikan IP address.
Jika sudah mengkonfigurasi masukan perintah sudo
systemctl restart isc-dhcp-server untuk memulai kembali DHCP dengan hasil
konfigurasi yang baru dibuat.
Untuk mengecek apakah DHCP sudah berjalan dengan
baik masukan perintah sudo systemctl status isc-dhcp-server jika hasilnya
seperti gambar di bawah maka DHCP sudah berjalan.
Pengujian
Untuk pengujian kami menggunakan komputer fisik
sebagai client. Hal ini dapat dilakukan karena enp0s8 menggunakan Host-only
Adapter dan sudah menjadi pusat DHCP.
Untuk melihat list IP yang diberikan oleh server
masukan perintah dhcp-lease-list.
Sudah selesai, sekarang kalian dapat mencobanya sendiri. Ingat kesuksesan datang untuk orang yang mau mencoba. Sekian dari saya terimakasih sudah membaca postingan ini sampai selesai.
Selamat pagi/siang/sore/malam tergantung waktu anda
membaca postingan ini.
Halo
sobat internet, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial
mengkonfigurasi DNS pada Ubuntu Server
19.10. DNS
(Domain Name Server) merupakan sistem yang mengkonversi alamat URL menjadi IP
Address. Jadi misal kita mencari dengan alamat URL detik.com atau mengetikan IP
Address 103.49.221.211 hasil yang keluar
akan sama karena host detik.com menggunakan DNS.
Ubuntu Server dapat membuat
DNS dengan menggunakan package bind9.
Package ini dibuat oleh ISC
(Internet System Consortium) yang bertujuan untuk membantu para admin jaringan
dalam mengoperasikan DNS pada server. Yang kedua adalah package dnsutils, paket ini berfungsi untuk
membantu dalam troubleshooting dan pengecekan.
Bahan
dan Peralatan Kerja
- Laptop
- Mesin virtual Ubuntu Server 19.10
Langkah
Kerja
Install package bind 9 dan DNS dengan memasukan
perintah sudo apt install bind9 dnsutils
–y.
Selanjutnya mengkonfigurasi nameserver, masukan
perintah sudo nano
/etc/bind/name.conf.option disini masukan DNS dari google yaitu 8.8.8.8.
Konfigurasi DNS ada dalam file name.conf.local, untuk
mengkonfigurasinya masukan perintah sudo
nano /etc/bind/name.conf.local.
- Disini dibuat primary master yang terdiri dari forward zone dan reverse zone.
- Forward zone berfungsi untuk membuat nama host tertuju pada IP.
- Reverse zone berfungsi untuk membuat IP tertuju pada nama host.
- Dalam file ini juga ditentukan lokasi file untuk setiap zone.
Berikutnya buat file copy dari db.local (untuk forward
zone) dan db.127 (untuk reverse zone) caranya dengan perintah sudo cp /etc/bind/db.local
/etc/bind/logspot dan sudo cp
/etc/bind/db.127 /etc/bind/1
Masukkan perintah sudo
nano /etc/bind/logspot dan ubah menjadi seperti ini.
Masukkan perintah sudo
nano /etc/bind/1 dan ubah menjadi seperti ini.
Setelah itu masukan perintah sudo nano /etc/resolv.conf dan ubah jadi seperti ini.
Setel ulang DNS dengan perintah sudo systemctl restart bind9.service.
Cek status DNS dengan perintah sudo systemctl status bind9.service.
Pengujian
Untuk pengujian masukan perintah nslookup logspot.com.
dig logspot.com
Sudah selesai, sekarang kalian bisa mencobanya sendiri ingat kesuksesan datang dari orang yang mau mencoba. Sekian dari saya terimakasih sudah membaca postingan ini.
Selamat pagi/siang/sore/malam tergantung waktu anda
membaca postingan ini.
Halo sobat internet, pada kesempatan kali ini saya
akan membagikan tutorial merubah tampilan Ubuntu Server dari CLI menjadi GUI.
Jadi teruntuk kamu yang tidak biasa dengan tampilan yang hanya teks aja Ubuntu
Server juga bisa diubah menjadi bergambar. Tidak hanya menjadikannya bergambar
menginstall paket GUInya juga akan otomatis menginstall software – software pendukung
tambahan seperti Libre Office, Mozilla Firefox dan masih banyak lagi.
Langkah Kerja
Masukan command sudo
apt install ubuntu-desktop –y. Jika diminta masukan password untuk super
user, ketik password yang telah dibuat pada proses instalasi.
Tunggu proses instalasi. Saat sudah selesai reboot
Ubuntu Server dengan perintah reboot.
Login menggunakan password yang telah dibuat.
Cukup mudah kan, sekarang kalian bisa mencobanya sendiri
ingat kesuksesan datang dari orang yang mau mencoba. Sekian dari saya
terimakasih sudah membaca postingan ini
sampai selesai.
Selamat pagi/siang/sore/malam tergantung waktu anda membaca postingan ini.
Halo sobat internet, pada postingan kali ini saya akan
membagikan tutorial menginstall Ubuntu Server 19.10 dengan menggunakan Oracle
VM VirtualBox. Sebelum memulai tutorialnya saya akan menjelaskan sedikit
tentang Ubuntu Server ini ya sobat
Sistem operasi jaringan merupakan sistem operasi yang
ditujukan untuk menangani jaringan. Sistem operasi ini terdiri atas banyak
layanan yang ditujukan untuk melayani user, seperti layanan berbasis berkas,
layanan berbagi hardware, layanan DNS (Domain Name Server), DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol), HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) dan masih banyak lagi.
Sistem operasi jaringan yang saya gunakan adalah
Ubuntu Server versi 19.10. Ubuntu merupakan sistem operasi Linux yang lengkap,
tersedia dengan adanya community dan professional support. Ubuntu juga
merupakan sistem operasi open source yang memberikan kebebasan kepada user yang dimana setiap tool dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.
Ubuntu sesuai untuk keperluan desktop dan server.
Versi terbaru dari Ubuntu mendukung penggunaan Intel x86 (IBM-compatible PC),
AMD64 (x86-64), ARMv7, ARMv8 (ARM64), IBM POWER8/POWER9 (ppc64el), IBM Z
zEC12/zEC13/z14 and IBM LinuxONE Rockhopper I+II/Emporer I+II (s390x).
Ubuntu sendiri sudah menyediakan beberapa software
yang dapat digunakan di dalamnya. Mulai dari kernel Linux versi 4.15 dan GNOME
3.28 dan software standar untuk mengolah kata, angka, presentasi, gambar,
suara, programming, mesin pencari internet dan lain – lain.
Dalam proses penggunaan Ubuntu Server saya menggunakan
Oracle VM VirtualBox. VirtualBox merupakan software virtualisasi lintas
platform (Cross-platform) yang artinya software ini dapat digunakan di komputer
x86 bersistem operasi Windows, Mac OS, Linux dan Solaris. Software ini
digunakan untuk membuat dan menjalankan beberapa mesin virtual yang berbeda
sistem operasi secara bersamaan. Dengan menggunakan software ini komputer yang
menggunakan sistem operasi Windows dapat menjalankan sistem operasi Linux, Mac
OS, dan Solaris begitu juga sebaliknya. Software ini juga open source yang
artinya tidak berbayar.
Dari informasi di atas dapat disimpulkan saya akan
menginstall Ubuntu Server di laptop Windows dengan bantuan dari Oracle VM
VirtualBox sebagai sarana untuk membuat mesin virtual. saya membuat mesin
virtual tersebut dapat terkoneksi dengan mesin fisik atau laptop yang saya gunakan.
Bahan Dan
Peralatan Kerja
- Laptop
- Ubuntu Server 19.10 ISO
- Software VM : Oracle VM VirtualBox 6.1
Langkah Kerja
Run software Oracle VM VirtualBox. Software ini dapat
di download di web oracle http://www.oracle.com . Setelah terbuka klik icon new untuk membuat mesin virtual baru.
Ketik nama mesin, tentukan tempat penyimpanan mesin
virtual dan pilih tipe sistem operasi serta versi yang akan diinstall dalam
mesin virtual. Karena kita menggunakan Ubuntu Server maka pilih tipe Linux dan
versi Ubuntu 64-bit atau 32-bit sesuai dengan spek komputer fisik. Klik next
untuk melanjutkan.
Tentukan ukuran RAM yang akan digunakan. Indikasi
berwarna hijau berarti aman untuk kalian gunakan, sementara yang merah tidak
aman. Ini akan berdampak pada kecepatan proses komputer fisik dan mesin
virtual. Klik next untuk ke tahap berikutnya.
Selanjutnya pilih create
virtual hard disk now untuk membuat hard disk virtual baru sekarang yang
berguna untuk media penyimpanan mesin virtual. Klik create.
Pilih VDI sebagai
tipe hard disk. Klik next untuk melanjutkan.
Pilih dynamically
allocated yang artinya hard disk akan selalu berkembang seiring penggunaan
mesin virtual. Klik next.
Tentukan tempat penyimpanan untuk virtual hard disk
dan tentukan seberapa besar ukuran hard disk. saya menyarankan 200 GB karena
akan banyak package yang akan diinstall. Klik create.
Sebelum menjalankan mesin virtual yang sudah dibuat,
klik icon setting.
Dalam pengaturan bagian Network aktifkan adapter 1, adapter 2 dan
adapter 3. Setting adapter 1 = NAT supaya mesin virtual dapat mengakses
internet dari Access Point yang
diakses komputer fisik, adapter 2 = Local
Host Only supaya mesin virtual dan komputer fisik dapat saling terhubung,
dan adapter 3 = Bridged supaya mesin
virtual dapat menggunakan port LAN pada komputer fisik.
Klik icon Start untuk menjalankan mesin virtual.
Masukan file ISO Ubuntu 19.10 setelah itu klik start
untuk memulai proses installasi. File ISO Ubuntu dapat didownload di web http://ubuntu.com.
Pilih bahasa yang akan digunakan, tekan enter.
Pilih update to
the new installer untuk menginstall update terbaru dari Ubuntu.
Pilih jenis keyboard yang akan digunakan.
Untuk pengaturan network
connection enp0s3 dibiarkan saja untuk menerima DHCP sementara enp0s8 dan
enp0s9 kosongkan karena dapat diubah nanti saat sudah Ubuntu selesai diinstall.
enp0s3 adalah interface yang digunakan untuk mengakses internet sementara
enp0s8 adalah interface yang digunakan untuk membuat komputer fisik dan mesin
virtual terhubung dan enp0s9 adalah interface yang memungkinkan mesin virtual
mengakses NIC komputer fisik.
Untuk proxy address kosongkan saja.
Untuk partisi hard disk pilih manual untuk membuat partisi sesuai kebutuhan,
Saya membuat partisi hard disk seperti ini.
Tekan enter pada continue untuk menyetujui partisi
hard disk yang sudah dibuat.
Masukan profil Ubuntu server sesuai dengan keinginan.
Install OpenSSH server, ini bisa dilakukan nanti saat
ubuntu telah selesai
Install semua fitur yang disediakan oleh Ubuntu
Server.
Akan ada proses instalasi yang panjang. Saat sudah
selesai pilih pilihan reboot.
Jika muncul tampilan seperti ini, tekan enter saja.
Artinya file ISO telah dikeluarkan.
Ubuntu Server sudah terinstall. Login menggunakan
username dan password yang tadi telah dibuat.
Oke guys sudah selesai,
terimakasih sudah membaca postingan ini sampai selesai selamat mencoba sendiri
karena sukses datang dari orang yang ingin mencoba.
































































